RSS

Semalam di Rumah Mak Nermi (catatan perjalanan relawan kampus peduli saat menginap di rumah emak #ujangyangterpasung)

“Kang, atap samping rumah si emak rubuh”,

masya Allah, agak kaget dapet sms dari salah satu relawan putri kampus peduli malam itu dari rumah mak nermi, si emak “ujang yang terpasung”.

saya, radit dan kang ajab (kakak ujang) langsung bergegas menerobos gerimis dari perkampungan menuju rumah mak nermi yang terpencil. nermi 1 Kami melalui jalan setapak yang licin, melewati lembah menurun hingga ke sungai, lalu melewati pesawahan, kebun dan jalan menanjak sampai akhirnya menemukan rumpun bambu dan rumah mak nermi yang sudah hampir roboh.

di sepanjang perjalanan pikiran terbang kemana-mana, membayangkan jika saja jadi mak nermi yang harus melewati jalanan itu sambil memikirkan rumah hancur, suami yang sakit jiwa dan meninggal, ujang yang di pasung, kang ajab yang di tinggalkan istri dan ajat si bungsu yang setiap hari menghabiskan waktu dengan kambing-kambing punya orang di semak-semak tanpa banyak bersosialisasi dengan manusia lain nya.

Kami membutuhkan waktu 45 menit untuk menyusuri jalan setapak tanpa rumah di kanan kiri itu. Entah berapa kali saya dan radit jatuh terpeleset dan masuk ke sawah sampai celana sobek, sendal putus dan payung pun rusak.

Sesampai di rumah mak nermi nampak mak nermi tengah berkumpul bersama 3 relawan putri di beranda rumah terbuka, satu-satunya bagian rumah yang masih bisa di tempati. dari penerangan lampu minyak buatan mak nermi kami melihat atap sebelah kanan rumah roboh, genteng hancur berhamburan di bawahnya.

Perbincangan pun di lanjutkan, mak nermi menceritakan semua kisah hidupnya yang setelah di terjemahkan kurang lebih seperti ini :

“keluarga mak nermi dulu terbelit hutang , untuk segera membayar keluarga ini harus menjual rumah dan tanah yang mereka miliki di perkampungan. Tak ada lagi yang tersisa kecuali tanah di kebun yang terpencil, jauh dari perkampungan.

karena harga tanah terpencil sangat murah akhirnya mereka memutuskan untuk membuat rumah di kebun itu belasan tahun silam. Ceritanya sih sambil menenangkan pikiran setelah melewati semua kejadian di belit hutang di kampung waktu itu.

Tak lama si bapak sakit dan mengalami gangguan kejiwaan, mak nermi dan ketiga anak nya mengurusi si bapak dengan baik hingga akhirnya meninggal sebelas tahun kemudian. Mak nermi sangat terpukul atas kematian dan kehilangan sang suami. Dia mengatakan bahwa ia sangat berduka, Tapi belum selesai duka itu, 4 hari setelah kematian sang suami, ujang ajid (anak kedua mak Nermi) mengalami sakit kejiwaan yang serupa dengan yang di alami sang bapak. Emak sudah mencoba mengobati ujang ke rumah sakit, tapi tak bisa rawat inap bahkan akhirnya menghentikan pengobatan karena sudah tak ada biaya. pengobatan ke semua ustadz di berbagai tempatpun sudah di lakukan, tapi tak ada hasil yang memuaskan.

Semakin hari sakit si ujang semakin parah. Ia kerap mengamuk, merusak dan mengajak berkelahi. Karena di nilai membahayakan ujang pun lalu di ikat dengan kain agar tak sakit. beberapa kali ujang bisa melepaskan diri dari jeratan tali kain, ia merusak rumah mak nermi  dan pernah  pergi ke perkampungan untuk merusak rumah warga, hingga si emak harus mengganti semua kerusakan nya. Akhir nya si ujang di rantai dengan kuat sampai sekarang.”

Sepanjang bercerita si emak mencoba menutup wajahnya dengan kain, emak mencoba menyembunyikan kesedihan dan air matanya dari kami. Saat asik berbincang kami kembali di kejutkan oleh atap rumah yang kembali roboh, genteng pun berjatuhan ke bawah dan hancur.

 

Di akhir perbincangan saya bertanya : mak, apa harapan dan keinginan emak sekarang?”

emak pun lantas menjawab : “emak pengen punya rumah yang kuat, emak juga pengen ngobrol sama ‘ujang’ kayak dulu, sekarang mah ga bisa ngobrol, ‘ujang’ masih ada tapi kayak udah nggak ada. Emak sayang ke ujang, karena bagaimana pun dia anak emak.” Subhanallah, tadinya saya fikir cukup dengan membawa si ‘ujang’ ke RSJ dan emak bisa hidup tenang dengan dua anaknya yang lain itu sudah cukup. Ternyata emak masih terus mencintai ‘ujang’ dan berharap ujang tetap ada di kehidupan nya.

Kami akhirnya tidur di rumah itu. relawan putri membangun tenda kecil di bawah beranda sedang yang putra tidur di beranda bersama si emak. Kambing-kambing ada di samping kami sepanjang kami tidur. saya sendiri tak bisa tidur, melihat langit, pohon-pohon di kebun sambil mendengarkan suara binatang malam dan burung hantu di sekitar rumah yang gelap gulita.

 

 “emak tadi malam ko batuk terus?” tanyaku sambil menemani si emak masak nasi seusai si emak melakukan tahajud dan shalat shubuh. Tangan kanan emak sibuk masak di tungku, sementara tangan kirinya memegang lampu minyak untuk penerangan

“iya, kalau kedinginan memang suka kambuh”. Jawab si emak spontan.

“kakinya masih suka kerasa beku ga mak?”. Tanyaku lagi.

“kaki mah terus-terusan kaku, kayak beku, ga bisa rasain apa-apa”.

duh emak, gimana ga kedinginan kalo emak tiap hari tidur di alam terbuka seperti itu?

 Semoga Allah merahmatimu mak, semoga kehadiran kami bisa memberi kebahagiaan dan kehidupan baru bagi emak. Terimakasih sudah mengajari kami lebih dalam tentang arti cinta, sabar dan ikhlas.. Lalu untuk ketiga kalinya, pagi itu atap rumah si emak pun roboh, genteng kembali jatuh dan hancur. Si emak hanya tersenyum..

Yang Mau menyalurkan mantuan mangga bisa melalui rek:

BNI 6248243664
Mandiri 1300010894791
BCA 7771155344 an mochammad iqbal
Proposal bisa di download di:
bit.ly/proposalujangyangterpasung. Cp: 088218412048, Pin:3141D8B3

 

UJANG YANG TERPASUNGnermi 3nermi 2

Advertisements
 

Tags: , , ,

PERJALANAN “SIGAP BANJIR SOREANG” kampus peduli

18 november 2012
malam tanggal 18 november kampus peduli menerima kabar banjir soreang dari media sosial. Kampus peduli langsung menyikapi kabar ini dengan aksi “sigap banjir soreang”. malam itu juga relawan kampus peduli mengumpulkan logistik di gudang seperti obat dan pakaian layak pakai untuk siap di kirimkan dan berkoordinasi dengan relawan lain yang sudah berada di lokasi bencana.

19 november 2012
relawan kampus peduli berkumpul di beskem sejak pukul 7 pagi, sebagian melakukan survey lokasi sebagian lagi sibuk memakmurkan posko di beskem dan salman ITB. Kloter pertama memberangkatkan 18 relawan pada pukul 18.30. relawan datang ke pusat pengungsian di masjid al-ihhwan dengan membawa bantuan medik dan logistik.

20-22 november 2012
kampus peduli di bantu vol-D dan ismakes fokus bergerak untuk menangani banjir di bale endah dan dayeuh kolot. Bantuan logistik pun di arah kan 2 kali ke 2 lokasi banjir ini mulai dari obat-obatan, pakaian, makanan dan perlengkapan bayi.

23 november 2012
kampus peduli mendapatkan kabar tentang MI/MTS Asy-syuhada soreang (21 november) yang di kabarkan memerlukan bantuan karena kondisi sekolah yang rusak parah pasca banjir, kegiatan belajar mengajar di hentikan padahal tinggal seminggu lagi para siswa harus menjalani uas. Kampus peduli langsung mengadakan survey dan memberikan bantuan buku paket sekolah pada 23 november.

25 november 2012
relawan gabungan dari kampus peduli, fsldk baraya dan dompet dhuafa sibuk membersihkan kelas dan membangun tenda yang di fungsikan untuk belajar darurat mulai senin esoknya. Bantuan berupa alat kebersihanpun di berikan. Posko bersama pun di bangun di jalan gandasari no 65, tepat di pinggir jalan depan sekolah.

26-30 november 2012
relawan memberikan bantuan pendidikan berupa tenaga pengajar dan perlengkapan belajar mengajar seperti white board, spidol dan penghapusnya. Relawan pengajar berangkat dari gerbang ITB setiap hari pada pukul 7.30 dan kembali pukul 1 siang dari sekolah

30 november 2012
acara belajar mengajar persiapan UAS di tutup, adik-adik di kumpulkan setelah jam belajar dan sholat jum’at di tenda darurat. Setelah makan bersama adik-adik di suguhi game menarik dan taushiyah pendidikan dari ustaz. Setelah itu hadiah dan bantuan paket pendidikanpun di berikan ke siswa dan sekolah.

1 desember 2012
para relawan sibuk mengawali pagi dengan membersihkan sekolah agar siap di gunakan untuk uas senin keesokan harinya. Sebagian relawan mendatangi lokasi banjir baru di bale endah dan banjaran, sebagian lagi sibuk mengemas bantuan untuk di serahkan langsung ke rumah-rumah warga di cilampeni. Selepas zuhur hingga menjelang maghrib relawan dan komunitas mobil baleno menuju cilampeni untuk membagikan bantuan berupa paket sembako, peralatan mandi, perlengkapan sekolah, al-qur’an, dana dan bantuan untuk 3 rumah yang rusak parah. Bantuan di berikan langsung ke rumah-rumah warga yang berjumlah 240 rumah. Sementara itu 1 tim relawan yang lain nya bergegas ke banjaran dan bale endah untuk mendirikan posko bantuan sambil membawa logistik bantuan disana.

Hingga tanggal 9 desesmber posko bantuan masih di buka di bale endah, beberapa logistik seperti makanan, pakaian, perlengkapan sekolah dan obat-obatan pun di siapkan di posko. Hal ini di lakukan untuk menjaga-jaga karena bahaya banjir masih mungkin terjadi tiba-tiba, kapan saja tak terduga.

11 desember 2012
posko di tutup, semua logistik posko seperti tenda, bendera, logistik bantuan sound dll di bawa ke beskem kampus peduli di bandung

 Link Laporan keuangan Banjir soreang 2012 bisa di download disini

 
Leave a comment

Posted by on December 14, 2012 in Uncategorized

 

Tags: , , , ,

Baksos Hari Ibu “Ujang Yang Terpasung”

Di sebuah kampung di kawasan cariuk, bogor selatan, tinggalah sebuah keluarga yang hidup terkucil dari perkampungan, Keluarga emak Nermi. Emak terpaksa mengucilkan diri dari perkampungan karena ada satu anggota keluarga (Ujang) yang menderita gangguan jiwa.  ujang menderita gangguan jiwa ketika sudah dewasa, tepat 7 hari setelah kematian ayahnya yang juga menderita gangguan jiwa. Gangguan jiwa yang di derita ujang bersifat destruktif, ujang sering marah, berkelahi dan merusak segala sesuatu yang ada di sekitarnya, itulah mengapa emak memutuskan untuk mengucilkan diri dari masyarakat dan merantai ujang di belakang rumah nya.

Dari perkampungan warga kita harus melewati jalan setapak selama kurang lebih 30 menit untuk sampai ke rumah keluarga mak nermi. Rumah bilik itu dihuni oleh mak Nermi bersama ajab (anak pertama yang bekerja sebagai buruh tani) dan ajat (sang bungsu penggembala kambing). Rumah yang di tempati sudah tak layak di sebut rumah, seluruh bilik yang berfungsi sebagai tembok sudah tak ada, begitu pula lantai bambu dan kaca nya, semua sudah rusak tinggal tiang-tiang nya saja. Bagian rumah yang di tempati hanya beranda terbuka berukuran 1,5 x3 meter saja. Sebagian di pakai untuk menyimpan perlengkapan dapur sebagian lagi di pakai untuk menyimpan baju dan tempat tidur. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari si emak harus ke warung di perkampungan penduduk serta ke cimaung untuk mengambil air bersih dengan ember.

Si emak sendiri mengalami sakit, nafas nya sesak, kakinya sering kaku seperti membeku dan sering mengalami sakit di kepala. Dokter yang memeriksa menyebutkan bahwa sakit yang di alami mak nermi lebih karena banyaknya beban pikiran yang di tanggung oleh mak nermi.

Kampung jangkar tempat keluarga “ujang yang terpasung”tinggal adalah target selanjutnya yang akan kampus peduli garap. Ujang akan di bawa ke RSJ Marzuki Mahdi, emak dan Ajab akan di buatkan rumah bilik dan warung kecil di perkampungan sedangkan ajat akan mendapatkan menjalani pemeriksaan psikologi karena sudah menunjukan gejala kelainan jiwa seperti yang sudah di alami ujang. Menurut psikolog penyakit kejiwaan yang di alami ujang sekeluarga menurun secara genetik.

Selain bantuan untuk keluarga “Ujang yang Terpasung” kampus peduli juga akan menggelar balai pengobatan gratis untuk 300 warga, santunan untuk 56 jompo, motivasi dan santunan untuk 73 anak yatim, bantuan alqur’an untuk 2 pesantren kampung, penyuluhan kesehatan-pendidikan, pasar rakyat dan panggung hiburan. Semua acara itu akan di adakan pada 22 hingga 23 desember 2012, sebagai kado hari ibu bagi mak nermi salah satunya.

Mari jadikan ini sebagai ladang amal bersama, mari berlomba untuk membantu keluarga ujang yang terpasung untuk mendapatkan kehidupan yang normal seperti manusia kebanyakan.

Salurkan bantuan anda ke rekening :
BNI mochammad iqbal 6248243664
mandiri mochammad iqbal 1300010894791
BCA KCU dago mochammad iqbal 7771155344

Download Proposal disini

Atau ketik: bit.ly/proposalujangyangterpasung

Image

 
Leave a comment

Posted by on December 13, 2012 in Uncategorized

 

Tags: ,

Status Pendaftar Open Recruitment Kampus Peduli 2

 
Leave a comment

Posted by on September 7, 2012 in Uncategorized

 

Open Recruitment Kampus Peduli Angkatan 2

 
Leave a comment

Posted by on September 7, 2012 in Uncategorized

 

Do’a untuk Ibu Iros

“Ibu Iros, ibu 40 tahunan ini adalah ibunda salah satu anak jalanan binaan kampus peduli. ia di bawa ke RSHS pada 7 mei 2012 dalam kondisi dehidrasi berat setelah terbaring 3 bulan dan tak sadarkan diri berhari-hari.
Ibu yang kamar kontrakan nya baru saja di gembok karena belum membayar sewa selama 5 bulan ini mendapatkan perawatan yang baik sejak awal masuk hingga akhirnya dokter menyampaikan informasi yang cukup mengagetkan, bahwa tumor lambung yang di derita ibu iros sudah sangat parah, sudah mencapai hati dan ovarium.
dokter menyampaikan dengan baik bahwa sudah tidak memungkinkan di lakukan tindakan operasi untuk menyembuhkan ibu Iros, paling hanya tindakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan ibu Iros saja. Dokter menyarankan agar Ibu Iros yang sudah lemah ini di rawat di rumah yang lebih steril dengan bantuan alat kesehatan, di dekatkan dengan keluarga terutama fikar anak kecilnya, di bimbing untuk beribadah lebih baik dan di beri perlakuan yang membahagiaan, sambil menunggu saat terakhir ibu Iros tiba..
sahabat sekalian, mohon do’a agar Ibu Iros sekeluarga di berikan yang terbaik, di kuatkan dari segala macam yang melemahkan, dan jikapun saatnya memang tiba bagi bu Iros untuk menghadap, semoga Allah Ridho dan bu Iros pun tengah Ikhlas menghamba, hanya pada Allah saja..”

rekan-rekan yang semoga di berkahi Allah, mari bantu Ibu Iros dengan mendo’akan beliau..bagi yang mau menjenguk, mangga bisa langsung kunjungi ke RSHS, ruang kana lantai 2, paling ujung kamar sebelah kanan.

This slideshow requires JavaScript.

 
Leave a comment

Posted by on June 1, 2012 in Uncategorized

 

Adakah Kesempatan Bagiku untuk Berubah?

This slideshow requires JavaScript.

Hampir semua orang menganggap mustahil, bahwa anak-anak sehancur anak jalanan bisa mendapatkan hidayah untuk hijrah memperbaiki kehidupan nya. Memang tidak mudah, tapi apa sih yang tidak bisa Allah lakukan ketika Allah sudah berkehendak setelah hambanya berusaha?

Dauroh Anak Jalanan 3 adalah sebuah acara dari kampus peduli, sebagai salah satu upaya untuk merubah kehidupan anak jalanan menjadi lebih baik. Melalui serangkaian materi, outbond, muhasabah dan acara lain nya pada 23 dan 24 juni di lembang, kampus peduli mencoba menyemangati, memahamkan dan membantu anak jalanan untuk berubah/hijrah.

Di harapkan setelah Dauroh Anak jalanan usai,anak jalanan ini siap pindah ke link-link yang sudah di siapkan kampus peduli seperti pesantren wirausaha, panti rehabilitasi, sekolah khusus anak jalanan dan yayasan penyaluran bakat anak jalanan.

Ada 5 titik anak jalanan di bandung yang akan coba kampus peduli rangkul, yaitu anak jalanan plana, tegal lega, pasar baru, kiara condong dan braga. Untuk anak jalanan plana dan pasar baru sendiri, sudah setahun lebih kampus peduli melakukan pembinaan dengan mentoring mingguan, kunjungan malam anak jalanan, olah raga dan dauroh anak jalanan sebelumnya.

semoga ini bisa menjadi solusi untuk menghilangkan anak jalanan dari bandung dengan memindahkan mereka ke tempat yang tepat, bukan membuang mereka tanpa memperhatikan masa depan setelah itu.

info lebih lengkap bisa di lihat di proposal dauroh anak jalanan 3

http://bit.ly/daj3kped

Donasi bisa di kirimkan ke rekening :
BNI dengan norek 6248243664, a.n Mochammad Iqbal
Mandiri dengan norek 1300010894791, a.n Mochammad Iqbal
cp. Isnaeni 085624975651

 
Leave a comment

Posted by on May 28, 2012 in Uncategorized